Rabu, 27 Mei 2009

PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS DEMAK I

A. Latar belakang

UU RI NO. 23 tahun 1992, yang dimaksud dengan kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan secara komprehensif dikarenakan latar belakangnya berdimensi luas sehingga dibutuhkan perawatan sebelum terlambat. Tingkat kesehatan gigi dan mulut umumnya menggambarkan berbagai dampak, akibat dari proses patologik yang menyerang jaringan keras gigi, jaringan periodontal serta perubahan degeneratif yang terjadi karena pertumbuhan usia (Suwelo, 1992).

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit gigi dan mulut diantaranya adalah dengan mengatur pola makan, kontrol ke poliklinik gigi dan perilaku pelihara diri yang baik terhadap kebersihan gigi dan mulut. Kebiasaan memelihara kebersihan gigi dan mulut pada masyarakat akan terwujud dengan cara meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek sehari-hari tentang kebersihan gigi dan mulut (Depkes RI, 2000).

B. Tempat Kegiatan

Tempat kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Demak I terdiri dari pelayanan di dalam gedung dan pelayanan kesehatan gigi di luar gedung. Di dalam gedung dilaksanakan di BP Gigi, yang meliputi pemeriksaan gigi, pencabutan gigi, penambalan gigi, pembersihan karang gigi, konseling. Sedangkan di luar gedung meliputi kegiatan UKS/UKGS.

C. Tujuan Kegiatan

1. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya kesehatan gigi dan mulut

2. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

3. Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan gigi dan mulut

D. Manfaat

Manfaat dari kegiatan ini adalah agar masalah kesehatan gigi dan mulut di masyarakat dapat terlayani dengan baik,.

E. Hasil Kegiatan

Hasil kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Demak I, pada tahun 2008 adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Dasar Gigi

a. Jumlah Tumpatan Gigi Tetap : 1.693

b. Jumlah pencabutan gigi tetap : 478

c. Rasio Tambal/cabut : 3,54

2. Pelayanan UKGS

a. Jumlah Murid SD/MI : 4.775 siswa

b. Jumlah Murid SD/MI diperiksa : 2.498 siswa

c. Jumlah murid SD/MI perlu perawatan : 1.448

d. Jumlah mendapat perawatan : 1.189

e. Prosentase mendapat perawatan : 82,11%

F. Harapan dari Kegiatan

Harapan dari kegiatan ini adalah :

a. kegiatan ini supaya ditingkatkan lagi supaya cakupan pasien BP Gigi bertambah banyak

b. Agar kegiatan ini baik dan lancer, supaya sarana dan prasarana di ruang BP gigi diperhatikan dan dilengkapi.

Jumat, 27 Maret 2009

Memelihara Kesehatan Gigi





Ada beberapa alasan mengapa seringkali orangtua kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi anak. Alasan yang paling banyak ditemukan adalah masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa gigi pada anak adalah gigi susu ,jadi tidak usah dirawat karena nanti juga akan berganti dengan gigi tetap. Padahal sebenarnya justru pada masa gigi susu itulah anak harus mulai dajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.Karena alasan berikut :1. Pada masa gigi susu,sedang terjadi pembentukan gigi tetap didalam tulang. Sehingga jika ada kerusakan gigi susu yang parah dapat mengganggu proses pembentukan gigi tetapnya. Hal ini dapat mengakibatkan gigi tetap nya tumbuh dengan tidak normal.2. Mulut adalah pintu utama masuknya makanan kedalam perut. Mulut adalah lokasi pertama yang dilalui makanan dalam proses pencernaan. Jika terjadi gangguan pada mulut maka akan mengganggu kelancaran proses pencernaan.3. Infeksi yang terjadi pada gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan organ didalam tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal,dll. Karena infeksi dalam mulut dapat menyebar kedalam organ-organ tersebut yang disebut dengan fokal infeksi.4. Infeksi gigi dan mulut yang diderita anak akan membuat anak menjadi malas beraktivitas dan akan mengganggu proses belajar mereka

Menjaga kebersihan Gigi dan Mulut

Anak adalah pribadi yang unik, ia bukanlah seorang dewasa yang bertubuh kecil. Namun ia adalah sosok pribadi yang berada dalam masa pertumbuhan baik secara fisik, mental dan intelektual. Mereka mengalami berbagai fase dalam perkembangannya,dimana pada usia 2 sampai 5 tahun merupakan fase yang paling aktif, terutama pada perkembangan otak anak,oleh karena itu periode tersebut dikenal sebagai masa keemasan anak atau golden age.Dalam memberikan pendidikan kesehatan fisik pada anak seringkali orangtua dan guru hanya membatasi pada kesehatan tubuh saja. Pendidikan kesehatan gigi (Dental Health Education) seringkali menjadi topik yang kurang mendapat perhatian baik dirumah maupun sekolah.Ada beberapa alasan mengapa seringkali orangtua kurang memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi anak. Alasan yang paling banyak ditemukan adalah masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa gigi pada anak adalah gigi susu ,jadi tidak usah dirawat karena nanti juga akan berganti dengan gigi tetap. Padahal sebenarnya justru pada masa gigi susu itulah anak harus mulai dajarkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan giginya.Karena alasan berikut :1. Pada masa gigi susu,sedang terjadi pembentukan gigi tetap didalam tulang. Sehingga jika ada kerusakan gigi susu yang parah dapat mengganggu proses pembentukan gigi tetapnya. Hal ini dapat mengakibatkan gigi tetap nya tumbuh dengan tidak normal.2. Mulut adalah pintu utama masuknya makanan kedalam perut. Mulut adalah lokasi pertama yang dilalui makanan dalam proses pencernaan. Jika terjadi gangguan pada mulut maka akan mengganggu kelancaran proses pencernaan.3. Infeksi yang terjadi pada gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan organ didalam tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal,dll. Karena infeksi dalam mulut dapat menyebar kedalam organ-organ tersebut yang disebut dengan fokal infeksi.4. Infeksi gigi dan mulut yang diderita anak akan membuat anak menjadi malas beraktivitas dan akan mengganggu proses belajar mereka.Melihat alasan-alasan tersebut, maka saat ini beberapa sekolah tertentu gencar memberikan pendidikan kesehatan gigi bagi siswa mereka. Bahkan ada sekolah yang menjadikan pendidikan kesehatan gigi bersama dengan pendidikan kesehatan umum sebagai bagian dari kurikulum sekolah.Bagi para orangtua di rumah pendidikan kesehatan gigi sudah harus dimulai sejak gigi pertama ada dalam mulut anak.Bagaimana caranya?Yaitu dengan selalu membersihkan gigi anak setiap selesai minum susu atau selesai makan. Tidak perlu menggunakan sikat gigi, namun bisa dilakukan dengan menggunakan kain kassa lembut yang dibasahi dengan air hangat. Sepertinya hanya sebuah perlakuan yang biasa saja, namun sesungguhnya hal itu memberikan sebuah pengalaman baru yang luar biasa pada anak. Ketika ibu membersihkan gigi dengan kain lembut yang dibasahi air hangat, anak merasa bahwa kegiatan membersihkan gigi adalah kegiatan yang menyenangkan dan itu akan terekam dalam memori anak.Dampaknya,ketika anak akan diperkenalkan dengan sikat gigi pada usia 1 tahun tidak akan ada lagi keluhan anak tidak mau menyikat gigi karena takut melihat sikat gigi yang akan dimasukkan dalam mulut mereka.Ketika anak berusia dua tahun, jumlah gigi dalam mulut sudah lengkap dua puluh buah. Mulailah anak diajarkan menyikat gigi sendiri dan orangtua tetap mengawasi. Saat mereka sudah bisa berkumur, boleh ditambah dengan pasta gigi. Ajaklah anak untuk biasa mengkonsumsi sayur atau buah dan kontrol makanan manis yang mereka konsumsi. Bukan tidak boleh anak memakan makanan yang manis karena itu makanan kesukaan mereka. Hanya orang tua perlu mengontrol banyaknya atau macam dari makanan manis yang mereka makan.Usia dua tahun merupakan usia yang pas bagi anak untuk belajar mengenal dokter gigi. Ajaklah anak ke klinik gigi untuk memeriksa gigi mereka walaupun belum ada keluhan. Karena bisa saja sudah terjadi lubang kecil pada gigi anak yang tidak dirasakan mereka namun sudah harus dilakukan penanganan oleh dokter gigi.Jadikanlah pendidikan kesehatan gigi sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi anak. Karena dengan demikian kita sebagai orangtua tidak akan berteriak-teriak lagi menyuruh anak menyikat gigi saat mandi pagi dan Insya Allah kita tidak akan mengalami bangun tengah malam karena anak menangis karena giginya sakit. Dan yang lebih penting lagi proses tumbuh kembang anak tidak terganggu akibat anak sakit gigi.